Yang dikemukakan dalam buku ini cukup menarik. Prof. Dr. Nurcholish
Madjid dibayangkan sebagai Begawan Abiyasa. Abiyasa adalaha Begawan
terkemuka yang bermukim di padepokan Retawu digunung Saptaarga. Sebelum
menjadi Begawan, Abiyasa adalah raja Hastina, kakek Pandawa dan Kurawa
menurut epos Mahabarata. Abiyasa pertaba sakti, arif bijaksana, dan
mejadi gru wangsa Barata. Begitu pula Cak Nur adalah cendekiawan muslim
yang menjadi guru bangsa Indonesia.
Cak Nur sudah wafat pada tahun 2005, tetapi Solichi membayangkan beliau
tetap hidup di bumi Indonesiamkarena pemikirannya atau ilmu yang
ditinggalkan masih ada dan bermanfaat bagi umat Islam, bangsa, dan
negara Indonesia. Karya pikir Cak Nur tentang berbagai hal itu adalah
warisan yang tak ternilai harganya sehingga harus kita rawat dengan
sebaik-baiknya. Buku Wasiat Sang Begawan ini juga bermaksud untuk
melestarikan dan memanfaatkan warisan itu. Dengan gaya pewayangan
dikemukakan wasiat atau pesan Cak Nur tentang NDP untuk HMI, Iptek untuk
umat Islam, dan Platform membangun Indonesia, waiat untuk bangsa
Indonesia. Tiga tema tersebut memang menjadi sangat penting bagi upaya
membangun peradaban bangsa Indonesia. Prof. Dr. Nurcholish Madjid sangat
besar perhatiannya terhadap peradaban manusia. Peradaban yang unggul
dan bermanfaat adalah cita-cita Sang Begawan yang diperjuangkan semasa
hidupnya.......
Dalam rangka mengenang kembali Cak Nur, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)
Komisariat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFEIS) Cabang Ciputat
mengadakan acara "TRIBUTE TO CAK NUR"
Bedah Buku "Wasiat Sang Begawan; Pesan-pesan Nurcholish Madjid" karya Solichin.
Senin, 20 Februari 2012 pukul 09.00 - 13.00 WIB bertempat di Ruang
Teater Lantai 2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
Pembicara : Solichin (penulis). Ahmad Zacky Siradj (Mantan Ketua Umum PB
HMI), Muhamad Wahyuni Nafis (Ketua Nurcholish Madjid Society), Omi
Komaria Madjid (Istri alm. Nurcholish Madjid) dengan Moderator : Arif
Rahman Hakim.
Salam Hangat,
Pengurus HMI KAFEIS